5 Novel Indonesia yang Berhasil Mendunia

10.17.00 Add Comment
Novel adalah salah satu jenis hiburan paling tua dalam sejarah umat manusia. Dulu, saat gadget dan internet belum ditemukan, novel seringkali dijadikan sarana hiburan bagi banyak orang. Sejak dulu pula, para penulis ternama sudah secara rutin mempublikasikan karya-karya mereka untuk dikonsumsi oleh khalayak banyak.

Meski banyak novel karangan penulis luar negeri yang terkenal, ternyata karya-karya penulis Indonesia pun tak kalah menarik. Sebagai bentuk penghargaan dan kecintaan kita terhadap tanah air, serta dalam rangka merayakan hari buku nasioal, mari kita baca atau selami kembali beberapa novel karya anak bangsa yang juga terkenal di kancah dunia.

1. Laskar Pelangi - Andrea Hirata

https://saranghaeindonesia.files.wordpress.com/2012/04/laskar.jpg?w=1200

Laskar Pelangi menceritakan tentang 10 anak yang bersekolah di SD Muhamadiyah dengan segala keterbatasan fasilitas. Akan tetapi, bu Mus terus menerus menyuntikkan semangat belajar kepada anak-anak itu. Bersama-sama mereka berjuang untuk menunjukkan bahwa keterbatasan tak mampu menghalangi mereka untuk bersainng dengan anak-anak sekolah lainnya dan meraih prestasi. Novel ini telah dicetak ke dalam 25 bahasa dan menjadi international best seller. Selain dapat dinikmati dalam bentuk tulisan, kisah anak-anak Belitung ini juga dapat disaksikan dalam film.

2. Ronggeng Dukuh Paruk - Ahmad Tohari

https://i.gr-assets.com/images/S/compressed.photo.goodreads.com/books/1464425991i/1334844._UY1502_SS1502_.jpg
 
Menggunakan setting tahun 1960-an, novel ini berkisah tentang seorang penari ronnggeng bernama Srintil. Tak ada yang mengajarinya berdendang atau menari ronggeng, tapi Srintil melakukannya nyaris sempurna. Itu membuat orang percaya bahwa roh indang telah merasuki tubuhnya. Selain bercerita tentang Srintil dan Rasus, teman masa kecilnya. Novel ini juga menceritakan tentang tragedi 1965. Srintil dan rombongan ronggengnya disebut sebagai 'Seniman Rakyat' dan mulai dari situlah malapetaka menghampiri Srintil serta rombongannya.

Novel yang diterbitkan pada tahun 1982 ini membuat Ahmad Tohari, sang penulis diinterogasi mengenai karyanya yang mengandung cerita komunis. Ronggeng Dukuh Paruk telah terbit dalam edisi bahasa Inggris dan bahasa Belanda. Tahun 2011 novel ini telah difilmkan oleh sutradara Ifa Irfansyah yang diberi judul 'Sang Penari'.

3. Cantik Itu Luka - Eka Kurniawan 

https://inandiracom.files.wordpress.com/2016/07/01ek.jpg?w=1200

Novel karya Eka Kurniawan ini diterjemahkan ke dalam bahasa Jepang oleh Ribeka Ota dan diberi judul 'Bi Wa Kazu', sementara di Inggris novel ini diterjemahkan oleh New Directions, New York. Sentra dalam cerita ini adalah tokoh Dewi Ayu, seorang wanita rupawan yang merupakan perpaduan antara darah Indonesia dan Belanda. Ia dipaksa oleh pelacur sampai akhirnya melahirkan tiga orang anak yang tidak diketahui siapa bapaknya. Kecantikannya itu, diturunkan juga pada anaknya, tapi bukan bahagia yang ia rasakan, malah luka karena ketiga anaknya harus bernasib sama dengannya, dipaksa menjadi pelacur. Pada kehamilannya yang ke empat, Dewi ayu berharap agar anaknya kali ini memiliki rupa yang jelek, dan tuhan mengabulkannya. Bayi kecil itu kemudian diberi nama Cantik dan ia berharap nasib buruk tak menimpa anak bungsunya itu, tapi hal itu sulit dilakukan.

4. Tenggelamnya Kapal Vand Der Wijck - Haji Abdul Malik

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgyXKb_iGS-HAAlw2vaf5Yy0px9dKauePpJ7QzhraLsvWMutNWMiB_UHxGnW-yiuSwMUKna1r1G8VZ6ZP2qE8GPPoybWHA5_MaHSvuFMQ2cExS9YUqcaWr5Cc_vpr77BfoWmsKTqc9dlKee/s1600/HM.jpg
 
Novel karangan Buya Hamka ini menceritaka tentang cinta sepasang kekasih yang harus terhalang sebuah aturan adat di tanah Minangkabau. Zainuddin merupakan seorang pemuda yatim piatu yang dianggap tak memiliki suku atau nasab minang, sementara mendiang ayah-nya lah yang merupakan asli orang Minang. Sementara itu Hayati merupakan orang asli minang dan keturunan bangsawan. Aturan inilah yang kemudian membuat dua orang ini tak bisa bersatu. Sebenarnya novel ini ditulis pertama kali sebagai cerita bersambung dalam sebuah majalah yang dipimpin oleh Hamka sendiri. Selain disebut-sebut sebagai karya terbaik Hamka, novel ini juga diterbitkan dalam bahasa Melayu dan sejak tahun 1963 sudah menjadi bacaan wajib bagi siswa sekolah di Indonesia dan Malaysia.

5. Tetralogi Pulau Buru - Pramoedya Ananta Toer

https://ecs7.tokopedia.net/img/cache/700/product-1/2017/6/5/19874736/19874736_4f776007-bee6-4b80-8065-523b95a47267_864_1152.jpg

Tetralogi Pulau Buru berisikan empat novel karangan Pram yang diterbitkan dari tahun 1980 - 1988. Dianggap menyebarkan pesan Marxisme-Leninisme, novel inipun sempat membuat geger dan dilarang peredarannya untuk beberapa masa. Terdiri dari buku Bumi Manusia, Anak Semua Bangsa, Jejak Langkah dan Rumah Kaca, buku-buku ini menggambarkan kejadian yang benar-benar terjadi pada saat awal kebangkitan nasional di Indonesia.

Keempat novel ini bercerita tentang kehidupan Minke, yakni seorang pemuda pribumi yang memperoleh pendidikan di sekolah Belanda. Sebetulnya, Minke adalah nama samaran dari seorang tokoh pers generasi awal di Indonesia, yakni Raden Tirto Adhi Soerjo. Selain bercerita mengenai Minke, novel ini juga mengangkat berbagai peristtiwa yang terjadi pada masa itu, termasuk diantaranya rekaman pengadilan pertama pribumi Indonesia (Nyai Ontosoroh) melawan keluarga suaminya yang merupakan Belanda totok. Tetralogi Pulau Buru lebih dikenal oleh masyarakat internasional dengan sebutan The Buru Quartet. Novel ini pertama kal diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh Max Lane. Selain itu, karya Pramoedya inni juga diterjemahkan dalam bahasa Russia oleh E. Rudenko
Isra` Mi`raj Menurut Tinjauan Sains dan Teknologi

Isra` Mi`raj Menurut Tinjauan Sains dan Teknologi

08.37.00 Add Comment
https://i0.wp.com/beritalangitan.com/wp-content/uploads/2017/04/isra-miraj.jpg?fit=1600%2C900&ssl=1

Isra` Mi`raj dan Saintek (Saintek=Sains+Teknologi) merupakan dua hal yang mempunyai hubungan mutually exclusive dalam klasifikasi pengetahuan manusia. Isra` Mi`raj jelas merupakan satu bahasan dalam metafisika, dan secara prinsipiil ruang bahasan metafisika berbeda dengan ruang bahasan saintek. Saintek membahas hukum-hukum alam material yang empiris, sains menjawab pertanyaan what dan why dan teknologi menjawab pertanyaan for what. Sedang metafisika membahas hukum-hukum umum alam, terutama alam immaterial yang jelas non-empiris.
Mungkin sebagian orang beranggapan, ” Sulit bagi kita untuk memahami Isra` Mi`raj di abad sains dan teknologi ini. Sains modern telah menemukan bahwa kecepatan maksimum materi adalah kecepatan cahaya di ruang hampa (c = 300.000 km/dt). Seperti yang telah kita ketahui cahaya merambat memerlukan waktu 500 detik ( 8,333 menit) untuk menempuh jarak bumi-matahari, dan ia perlu merambat selama 50.000 tahun hanya untuk melintasi radius galaksi Bima Sakti (The Milky Way), padahal galaksi yang ada di alam ini yang terobservasi sampai saat ini diperkirakan ada ratusan juta. Bagaimana mungkin, seseorang manusia melintasi itu semua dalam waktu semalam?” 
Argumen seperti ini benar-benar menunjukkan kesalahan sistematik kronis suatu sistem berfikir yang masih bisa disebut sebagai “otak”. marilah kita bahas beberapa kesalahan berfikir yang terdapat dalam argumen tersebut. 
Pertama, di balik argumen tersebut terdapat suatu anggapan bahwa Isra` Mi`raj adalah suatu perjalanan yang bersifat murni material. Nabi dianggap berjalan dari satu titik ruang tertentu (Masjid Al-’Aqsha) di alam ini kesatu titik ruang tertentu di balik ujung langit (Sidratul-Muntaha) , dan menemui Tuhan di sana. Apakah mungkin bagi Tuhan terikat pada “ke-dimana-an”? Padahal Ia-lah Yang Maha Mutlak. Tidak Terbatas. Karena jika ada sesuatu yang membatasinya berarti ada sesuatu yang lebih kuasa dari-Nya. Subhanallahi ‘amma yashifuun. Perhatikan ayat berikut ini; ” Wa idzaa sa`alaka ‘ibaadi ‘annii fa innii qariib”(QS Al-Baqarah 186). Allah Yang Maha Dekat terhadap Anda, terhadap saya, terhadap kita semua. Dan tentu tidak mungkin menafsirkan ayat ini dengan mengartikan dekat dalam pengertian “ke-dimana-an” material seperti di atas. 
Kedua, sekiranya sekali lagi sekiranya anggapan di atas benar pun, apakah benar bahwa perjalanan ini tidak mungkin secara logis? Mungkin perlu bagi kita untuk meninjau kembali berbagai jenis kemungkinan. 
Pertama, adalah kemungkinan empiris, contohnya adalah naik gunung Himalaya mungkin secara empiris. 
Kedua, adalah kemungkinan saintifik, contohnya adalah mungkin membuat kereta api yang melayang di atas relnya dengan energi superkonduktor. Walaupun kereta ini belum ada secara empiris namun secara saintifik ini mungkin. Kemungkinan saintifik dan kemungkinan empiris ini relatif, berubah terhadap ruang dan waktu dan tidak bisa dipegang sebagai satu kebenaran mutlak. Secara saintifik tidak mungkin bagi seseorang masih hidup jika jantungnya telah tidak berdenyut selama seratus hari, tapi kenyataannya secara empiris ada ahli-ahli yoga India yang mampu melakukannya. 

       Secara empiris tidak mungkin untuk bergerak dengan kecepatan 1000 kali kecepatan suara saat ini, padahal secara saintifik itu sangat mungkin (1000 kali kecepatan suara = 0,001 kali kecepatan cahaya). Secara empiris, dulu tidak mungkin orang bisa pergi ke bulan, sedang sekarang secara empiris hal itu jelas-jelas mungkin. Secara saintifik, dulu tidak mungkin bagi seseorang untuk memahami eksistensi gelombang elektromagnetik, tapi sejak Maxwell menemukannya sekarang semua mahasiswa memahaminya. Bahkan secara empiris, kita telah menikmati manfaatnya melewati TV, radio, dll. 
Jenis kemungkinan ketiga adalah, kemungkinan logis. Sesuatu disebut mungkin secara logis, jika ia tidak melanggar prinsip non-kontradiksi. Apa contoh sesuatu yang tidak mungkin
secara logis? Misal; sesuatu ada sekaligus tidak ada di suatu tempat dan waktu tertentu secara bersamaan. Apa contoh lain? Misal; adanya lingkaran sempurna yang luasnya tidak berbanding lurus dengan kuadrat jari-jari. Apa contoh lain yang mudah? Misal; membagi tiga keping uang seratusan logam secara merata kepada dua orang tanpa perlu membagi/menukarkan keping tersebut. Dan lain-lain. 
Kemungkinan logis ini tidak relatif, tapi mutlak. Tidak tergantung ruang dan waktu. Tidak tergantung kasus apapun. Ia berlaku universal. Kemungkinan logis inilah yang dapat dipakai sebagai satu ukuran logis atau tidak logis nya sesuatu secara umum. 
Ditinjau dari kemungkinan logis ini, misalnya, sekali lagi misalnya kita anggap asumsi model perjalanan Isra` Mi`raj yang material itu pun kita terima, tidak ada kontradiksi logis apapun di sana. Kejadian tersebut tidak melanggar prinsip non-kontradiksi. Jadi ya, sahih. Atau mungkin-mungkin saja secara logis. 
Sedikit lebih jauh lagi, apakah Anda mendengar suatu eksperimen akhir-akhir ini yang telah membantah Teori Relativitas dengan ditemukannya partikel yang bergerak lebih cepat dari cahaya? Mari kita tinggalkan kerangka empirisme dan saintifik yang relatif dalam memahami hal-hal yang bersifat absolut. Kembali ke struktur berfikir yang jernih. Dan logis. 
Apa satu hikmah Isra` Mi`raj bagi kita? Minimal, kita menjadi menyadari pentingnya berfikir di luar kerangka empirisme dan saintek yang amat relatif. Kemudian, kita menyadari kemungkinan logis yang jauh lebih luas dan umum dari sekedar empirisme inderawiah dan saintek materialis yang dangkal. Dan mungkin, kita akan menyadari makna immaterialitas perjalanan Isra` Mi`raj Nabi Suci, jauh di atas sekedar keajaiban-nya yang mengatasi alam materi ini. 

Beasiswa PPA (Peningkatan Prestasi Akademik)

14.28.00 Add Comment

🎉Pendaftaran Beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik (PPA) tahap 1 tahun 2018 telah dibuka🎉

Untuk syarat dan ketentuan silahkan lihat di gambar☝☝

📌Formulir bisa di ambil di PKM HIMATEMIA.
📌Pengumpulan berkas dikoordinir/dikumpulkan paling lambat tanggal 19 April 2018 di PKM HIMATEMIA.

Yuk ikut beasiaswa💪

__________________
Our social media:

Website: http://himatemiauntirta.com
Facebook: http://fb.com/himatemiauntirta
Instagram: himatemia_untirta
OA Line: @vik7460i
Twitter: @himatemia_ft

#HimatemiaGo
#CerdasBerprestasi