Artikel

Berita

Beasiswa dan Lomba

Recent Posts

Informasi Pembayaran UKT

11.46.00 Add Comment

[💲INFORMASI PEMBAYARAN UKT💲]

Halo Teknik Kimia🤗

Ada informasi nih terkait pembayaran ukt nih, yaitu pemotongan dari pihak Universitas sebesar Rp 300.000,- 

Lalu untuk kalian yang tidak mengajukan penangguhan atau penurunan ukt, pembayaran ukt dimulai pada tanggal :
➡️ 10 Juli - 24 Agustus 2020⬅️

Nahh yuk buruan bayar, jangan sampai terlewat dari batas waktunya ya😉🔥

______
Our social media:
Website: http://himatemiauntirta.com
Facebook: http://fb.com/himatemiauntirta
Instagram: himatemia_untirta
OA Line: @vik7460i
Twitter: @himatemia_ft
#HimatemiaBERAKSI
#HimatemiaGO

[ MENGENAL NANOTEKNOLOGI, INOVASI BARU DI DUNIA INDUSTRI ]

16.20.00 Add Comment


MENGENAL NANOTEKNOLOGI, INOVASI BARU DI DUNIA INDUSTRI
-HIMATEMIA-



Teknologi nano telah banyak berkembang pesat pada berbagai jenis bidang industri. Industri- industri, seperti industri kimia, otomotif, produk elektronik, kosmetik, dan lainnya banyak menggunakan teknologi nano.
Nah, untuk mengetahui lebih lanjut tentang apa itu nanoteknologi atau teknologi nano dan bagaimana pengaruhnya di dunia industri saat ini, simak artikel di bawah ini ya.
Nanoteknologi atau teknologi nano merupakan ilmu pengetahuan dan teknologi yang mengontrol zat, material, dan sistem pada skala nanometer, sehingga menghasilkan fungsi baru yang belum pernah ada. Nano sendiri meupakan singkatan dari nanometer, dengan ukuran sistem metrik yaitu 1/10-9 atau 1 nanometer setara dengan sepersemilyar meter.
Sebelum membahas lebih lanjut tentang nanoteknologi ini, kita akan bahas sejarah terbentuknya nanoteknologi. Simak terus artikelnya sampai habis ya.

Istilah nanoteknologi pertama kali diciptakan oleh Profesor Norio Taniguchi dari Tokyo Science University pada tahun 1974 dalam makalahnya yang berjudul “On the Basic Concept of Nano-Technology”. Saat itu ia mulai mempelajari mekanisme pembuatan nanomaterial dari kristal kuarts, silikon, dan keramik alumina dengan mesin ultrasonik. Mulai saat itu, semakin banyak ilmuan yang sadar akan teknologi nano dan nano material, serta melakukan beberapa penemuan dan penelitian hingga saat ini. Kemudian, pada 29 Desember 1959, Richard Feynman memperkenalkan konsep nanoteknologi pada sebuah pidato ilmiah yang diselenggarakan oleh American Physical Society di Caltech, California.
Material yang berskala nano adalah material yang bersifat atraktif karena memiliki sifat-sifat yang berbeda dari material yang berskala makroskopis. Hal ini terjadi karena pengecilan ukuran material hingga ke dimensi nano menyebabkan terjadinya fenomena quantum atraktif. Sehingga, setiap material yang menggunakan nanoteknologi kemungkinan akan mengalami pengurangan berat serta peningkatan stabilitas dan fungsionalitas.

Komersialisasi teknologi nano tidak terbatas pada perangkat mikroelektronik saja, tetapi berbagai industri juga membuka peluang aplikasi bahan dan teknologi nano di berbagai bidang. Seperti industri makanan, peralatan kesehatan, packaging, kosmetik, obat-obatan/medis, tekstil, dan keramik.
Beberapa penemuan penting dari nanoteknologi pun bermunculan. Temuan ini dapat ditemukan pada berbagai produk seperti produk tabir surya pada kosmetik yang dapat menghalangi radiasi sinar matahari. Perkembangan nanoteknologi pun berkembang pesat, seperti beberapa contoh penerapan nanoteknologi berikut ini:
a.       Nanokomposit
Nanokomposit merupakan struktur padat dengan dimensi berskala nanometer yang berulang pada jarak antar penyusun struktur yang berbeda. Material penyusun nanokomposit terdiri atas padatan inorganik yang tersusun atas komponen organik. Nanokomposit banyak digunakan pada plastik yang menjadi bahan dasar dari badan mobil. Plastik yang dihasilkan lebih tahan gores, ringan namun kuat, serta umur pakai yang panjang.

b.      Nanokristal
Logam nanokristal memiliki kekuatan mekanik yang tinggi, tahan gores, dan dapat mengabsorb serta memancarkan cahaya dengan warna berbeda. Nanokristal dapat berfungsi sebagai bearing, bahan komponen komputer serta sensor.

c.       Nanopartikel
Nanopartikel banyak digunakan di berbagai jenis produk. Nanopartikel dapat digunakan sebagai penahan sinar UV yang dicampurkan pada produk kosmetik, produk tekstil, hingga cat tembok. Selain itu, beberapa nanopartikel yang mengandung tembaga digunakan untuk mencegah keausan mesin pada minyak pelumas.

d.      Nanotubes
Nanotubes seperti serat yang berdiameter nano. Sifatnya sangat kuat, sebagai konduktor, dan dapat berupa pejal atau berongga. Nanotubes sedang dikembangkan agar dapat menggantikan kemoterapi yang memiliki efek samping terhadap tubuh.

e.       Nanokatalis
Nanokatalis merupakan nanopartikel yang berfungsi sebagai katalis. Nanokatalis memiliki berbagai jenis dan karakteristik. Salah satunya nanokatalis yang berbasis gel, yang digunakan untuk mencairkan batu bara karena dapat mengurangi kadar belerang. Penggunaan nanokatalis dinilai sangat efektif dan murah.
Nanoteknologi saat ini sedang mengalami perkembangan pesat. Para ilmuan yakin bahwa kedepannya penemuan-penemuan terkait nanoteknologi akan terus bermunculan, dimana akan banyak membawa pengaruh penting dalam berbagai bidang, mulai dari bidang medis, produksi dan konservasi energi, perlindungan lingkungan, elektronik, sensor dan komputer, hingga sistem pertahanan dunia.


#HimatemiaBERAKSI
#HimatemiaGo 

DAFTAR PUSTAKA

https://bppt.go.id/ diakses pada 29 Juni 2020
https://www.bisakimia.com/ diakses pada 29 Juni 2020
https://www.farmasetika.com/ diakses pada 29 Juni 2020
https://www.lipi.go.id/ diakses pada 29 Juni 2020