Banjir Awal Tahun 2020

20.56.00




          Halo sobat artikel ! Bagaimana awal tahun 2020 kalian? Semoga baik – baik saja dan semakin baik dari tahun sebelumnya ya.
Meski awal tahunmu baik, tak sedikit orang – orang di luar sana mengawali tahun barunya ini dengan kesedihan karena banjir di sekitar wilayah mereka. Mengapa demikian? Mengapa dapat terjadi? Dan Upaya apa yang dapat dilakukan?

Yuk simak artikel berikut !
          Hujan lebat yang terjadi sejak Selasa (31/12/2019) sore hingga Rabu (1/1/2020) pagi menyebabkan banjir dan longsor yang cukup luas di beberapa daerah. Banjir dan curah hujan ekstrem tidak hanya terjadi di DKI Jakarta,melainkan terjadi juga di beberapa daerah lain seperti Bekasi, Kota Bogor, Kabupaten Bogor, dan Kabupaten Lebak. Pantauan radar cuaca pun menunjukkan potensi awan hujan cukup tebal terjadi di sebagian wilayah Banten, Jawa Barat, dan DKI Jakarta. Hujan dan longsor di Provinsi Jakarta, Banten, dan Jawa Barat sejauh ini menyebabkan 60 orang meninggal dunia.Menurut keterangan BNPB, korban jiwa di Jakarta dan Bogor masing-masing 16 orang, Kota Bekasi dan Lebak masing-masing sembilan orang, dan sisanya di Kota Bogor, Kota Depok, Tangerang, Tangerang Selatan dan Bekasi.


Sebenarnya apa sih penyebabnya?

Penyebab banjir di Jakarta sebenarnya bukan hanya masalah curah hujan ekstrem dan fenomena meteorologis. Akan tetapi, ada beberapa faktor lain yang juga mempengaruhi banjir Jabodetabek 2020.
Faktor Pertama adalah besarnya limpasan air dari daerah hulu sementara minim resapan air di selatan Jakarta atau bagian hulu. Daerah hulu merupakan tempat efektif untuk menyerap air permukaan (surface run off) yang diakibatkan curah hujan yang tinggi. Hal ini lantaran muka air tanah masih sekitar ratusan meter dari permukaan sehingga penyerapan bisa maksimal.
Faktor kedua adalah drainase yang buruk di hilir. Secara geografis, Jakarta berada di bidang datar. Akan sulit jika hanya bergantung pada sistem kanal yang mengandalkan gravitasi.
 Jakarta juga hampir tidak ada ruang terbuka biru (RTB) atau tempat parkir air sebelum dialirkan ke laut. 
Selain itu, permasalahan menyempit dan mendangkalnya sungai akibat sedimentasi dan penuhnya sampah, rendaman rob akibat permukaan laut pasang serta faktor penurunan tanah (ground subsidence) yang meningkatkan risiko genangan air. Akan tetapi, curah hujan ekstrem menjadi penyebab paling dominan banjir yang terjadi di Jakarta.

Analisis meteorologis menunjukkan curah hujan tinggi tersebut dipengaruhi oleh penguatan aliran monsun Asia dan indikasi jalur daerah konvergensi massa udara / pertemuan angin monsun intertropis (ITCZ) tepat berada di atas wilayah Jawa bagian utara . ITCZ memicu pertumbuhan awan yang sangat cepat, tebal, dan masif akibat penguapan dari lautan sekitar Pulau Jawa yang sudah menghangat dan menyuplai kelimpahan massa uap air bagi atmosfer di atasnya. Besaran dampak banjir yang ditimbulkan juga dapat dikaitkan dengan wilayah dimana curah hujan tinggi tersebut terkonsentrasi. Beberapa aspek fenomena meteorologis yang biasanya menyertai curah hujan tinggi di Jakarta, dapat dijadikan penyebab individual atau kombinasi antar beberapa fenomena atmosfer sekaligus.

Kalau begitu, untuk menanggulangi bencana tersebut kita harus melakukan upaya upaya tertentu agar dapat mengurangi potensi bencana yang semakin buruk. Berikut beberapa upaya pencegahan atau penanggulangan yang dapat dilakukan :


Program Naturalisasi
Naturalisasi adalah melakukan tangkapan air hujan, gunakan air hujan, dan resapkan air hujan dengan menggunakan ruang terbuka hijau. Program naturalisasi yang juga termasuk sejalan dengan program gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ini dapat dikerjakan dalam waktu enam bulan. Masyarakat bisa ikut melakukan tangkapan air hujan di rumah melalui resapan. Dengan cara ini debit air hujan yang dibuang ke sungai dapat berkurang.

Membuat Saluran Air dan Terowongan Air Bawah Tanah

Banjir merupakan masalah pembuangan air. Jika sudah mengetahui akan dibuang ke mana, maka membuat saluran air merupakan salah satu cara pencegahan banjir. Saluran air yang dibuat tidak boleh terhubung ke sungai mati atau sungai yang buntu. Tapi harus dipastikan tujuannya, yaitu terhubung dengan sungai yang memiliki aliran air yang lancar dan terhubung langsung ke laut.

Menanam Pohon Berbatang Besar di Sekitar Rumah

Pohon yang ditanam sebaiknya merupakan pohon yang dapat tumbuh besar.
Hal ini dikarenakan, pohon yang besar memiliki akar yang kuat dan menciptakan rongga-rongga tanah yang lebih baik. Hal ini berfungsi agar air dapat cepat diserap oleh akar dan resapan air ke tanah dapat lebih optimal.

#HimatemiaGO
#HimatemiaBISA

Sumber :

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »