Potensi Pigmen Antisianin Dari Kulit Buah Naga Menjadi Zat Pewarna Makanan Alami

18.11.00


POTENSI PIGMEN ANTOSIANIN DARI KULIT BUAH NAGA MENJADI ZAT PEWARNA MAKANAN ALAMI

-HIMATEMIA-


Hallo Sobat Himre..

    Seperti yang kita ketahui, maraknya penggunaan zat pewarna makanan saat ini  banyak digunakan pada makanan seperti pada jananan pasar dan lain sebagainya. Penggunaan warna yang dimaksudkan terkadang banyak yang menggunakan zat pewarna terlarang, dimana itu membuat konsumen merasa khawatir akan makanan  yang dikonsumsinya. Untuk itu, perlu adanya alternatif pada penggunaan zat pewarna pada makanan yakni  menggantinya dengan zat pewarna alami seperti dari buah bit, daun suji, kunyit dan lain sebagainya. Pigmen lain yang dapat di ekstrak dari bahan alami salah satunya adalah pigmen yang berasal dari kulit buah naga yakni pigmen antosianin. Pada perkBPOM No.37 Tahun 2013 tentang batas maksimum penggunaan bahan tambahan pangan pewarna yang disebutkan bahwa (Acceptable Daily Intake) atau ADI untuk antosianin adalah 0-2,5 mg/kg berat badan.

    Buah naga merupakan buah yang banyak sekali digemari oleh masyarakat karena  khasiat dan manfaat serta nilai gizi yang cukup tinggi. Tinggi nya tingkat konsumsi  buah naga di masyarakat mengakibatkan banyaknya kulit buah naga yang terbuang serta menumpuk, dimana itu akan menyebabkan bau busuk jika didiamkan dan tidak segera diolah. Salah satu alternatif untuk mencegah menumpuk serta terbuang nya dari kulit buah naga tersebut dapat dimanfaatkan menjadi zat pewarna makanan alami untuk makanan dengan menggunakan proses ekstraksi.

    Kulit buah naga memiliki kandungan antosianin didalamnya dimana antosianin merupakan zat pewarna yang penting dan banyak tersebar luas dalam tumbuhan. Antosianin tergolong pigmen yang disebut flavonoid,  flavonoid termasuk senyawa polar dan dapat di ekstrak menggunakan pelarut yang polar juga seperti etanol, air dan etil asetat. Pigmen yang dihasilkan pada kulit buah naga itu sendiri adalah berwarna merah sampai biru.

    Beberapa peneliti sudah banyak melakukan penelitian mengenai ekstraksi pigmen antosianin dari kulit buah naga seperti yang dilakukan oleh Anis (2002) yaitu pengolahan kulit buah naga dengan menggunakan pelarut air dan asam sitrat dimana menghasilkan rendaman dengan nilainya sebesar 10,20 % dan disimpan selama 4 hari dengan perbandingan asam sitrat dan air pelarut sebesar 9:1 dengan pH 1,91. Rendemen zat warna antosianin yang berbeda pada setiap perlakuan karena kepolaran dari masing-masing palarut yang digunakan. Selain itu kemurnian pelarut yang digunakan akan mempengaruhi daya ekstraksi atau melaritnya zat warna antosianin yang terlarut didalam pelarut dimana akan mempengaruhi rendemen zat warna yang dihasilkan.

    Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwasanya pewarna dari kulit buah naga dapat di aplikasikan sebagai warna alami bahan makanan dinana sebagau alternatif dari pewarna sintetis.

Ayo Sobat Himre mari mencoba membuat zat pewarna berbahan dasar kulit buah naga.

Salam Himre, selamat bertemu di artikel selanjutnya.

#HimatemiaBERAKSI

#HimatemiaGO


Daftar Pustaka :

Simanjuntak, Lidya. Dkk. 2014. EKSTRAKSI PIGMEN ANTOSIANIN DARI KULIT BUAH NAGA MERAH (Hylocereus polyrhizus). Medan. Universitas Sumatera Utara.


Share this

Related Posts

Previous
Next Post »